Cara Membuat Lagu dengan 6 Langkah mudah ini | Hypesia.com

Cara Membuat Lagu dengan 6 Langkah mudah ini

Jumat, 27 Maret 2020, 10.36
Cara Membuat Lagu


Musik adalah metode yang paling sering digunakan banyak orang untuk mengungkapkan perasaan atau isi hatinya, entah itu perasaan sedih ataupun perasaan senang.

Musik sendiri dikenal sejak kehadiran manusia modern Homo sapiens yakni sekitar 180.000 s/d 100.000 tahun yang lalu.

Nah pada artikel kali ini kita akan membahas bagaimana cara agar kita dapat menulis dan membuat lagu sendiri.

Berikut adalah menurut perspektif menulis yang bisa dibilang bisa menulis dan membuat lagu, walaupun karya lagu penulis belum pernah ada yang penulis publish dan sekali lagi enak atau tidak enaknya suatu musik yang diciptakan itu adalah selera dari diri kita masing-masing. Berikut caranya, yaitu:

1. Inspirasi


Langkah paling awal anda harus lakukan dalam membuat lagu ciptaan anda sendiri adalah "inspirasi", kenapa?

Karena Inspirasilah yang akan menuntun anda dalam membuat lagu mulai sejak awal hingga akhir akan sangat berpengaruh. Jadi carilah inspirasi lagu anda terlebih dahulu sebelum membuat lagu ciptaan anda sendiri.

Inspirasi bisa kita peroleh melalui pengalaman pribadi atapun yang lainnya.

2. Tipe Lagu


Langkah kedua yang anda perlu lakukan adalah menentukan tipe lagu yang ingin anda buat. Apakah lagu ini bertipe percintaan, patah hati, motivasi ataupun petualangan.

Menentukan tipe lagu juga sangat penting saat anda membuat sebuah lagu karena akan sangat berpengaruh pada isi pesan yang akan anda sampaikan pada lagu tersebut.

3. Tentukan Genre


Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah tentukan genre atau aliran musik apa yang akan kamu masukkan kedalam lagumu. Genre akan mudah ditentukan jika kamu sudah menentukan tipe lagu kamu.

4. Buat Lirik Lagu


Membuat lirik lagu adalah tahap selanjutnya yang harus anda lakukan. Lirik lagu yang memiliki alur dan mempunyai kedalaman kata-kata yang dashyat akan membuat pesan dari lagu anda akan semakin mengena pada hati calon penikmat lagu anda.

5. Struktur Lagu


Langkah selanjutnya saat anda membuat lagu adalah menentukan struktur lagu. Ya, karena lagu yang terstruktur akan menentukan kualitas lagu yang akan anda buat. Berikut adalah struktur lagu yang perlu anda ketahui:

Intro/Introduction


Intro adalah awal dari sebuah lagu yang merupakan pengantar lagu tersebut. Intro juga berfungsi memberikan waktu untuk penyanyi dan pendengar mempersiapkan diri sebelum lagu benar-benar dimainkan.

Biasanya musik pengisi intro bisa berupa musik instrumental atau suara vokal yang nadanya diambil dari reff lagu. Namun ada juga yang membuat nada intro sendiri yang berbeda dengan nada ditengah lagu.

Intro juga terbagi menjadi Intro awal, Intro tengah dan Intro akhir. Intro awal terletak di awal lagu. Intro tengah biasanya diletakkan setelah Reff/Chorus dan Intro akhir pada Coda/Ending.

Verse


Bisa disebut juga bait. Verse adalah pengantar sebuah lagu sebelum lagu masuk ke bagian Chorus. Verse sering disebut bagian "basa-basi" dari sebuah lagu.

Sebuah lagu yang baik bahkan memiliki Verse yang kuat secara melodik dan harmonik yang tidak kalah dengan bagian reff-nya. Bagian Verse bukan merupakan bagian yang klimaks pada lagu.

Hanya berupa pengantar dan berisi kalimat-kalimat pembuka. Kebanyakan detail lagu berada di bagian Verse yang menceritakan lebih banyak ketimbang bagian Reff/Chorus.

Bridge


Bridge adalah sebuah bagian lagu yang bukan merupakan verse atau chorus. Bridge ini biasanya dipakai untuk menjembatani antara bagian-bagian lagu.

misalnya menjembatani antara Chorus dengan Verse atau sebaliknya bahkan Bridge juga dipakai untuk menjembatani antara Chorus dengan Chorus yang Modulasi (naik nada dasar), sehingga Modulasi tidak terdengar ganjil. Nada yang dimainkan pada Bridge biasanya dibuat sangat berbeda dengan nada pada Verse dan Chorus.

Namun tetap melihat unsur keselarasan karena fungsi Bridge itu sendiri adalah jembatan penghubung antara kedua bagian yang berbeda sehingga pergantian dari Verse ke Chorus tidak terdengar janggal.

Untuk beberapa lagu ada yang menggunakan Bridge dan ada yang tidak. Lagu yang menggunakan Reff biasanya tidak menggunakan Bridge.

Chorus dan Reffrain


Chorus dan Reff sebenarnya berbeda, persamanannya hanyalah keduanya adalah inti pesan/inti cerita dari lagu. Banyak yang keduanya seringkali tertukar. Perbedaan Chorus dan Reff adalah:

Chorus merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu dalam sebuah lagu, biasanya statement atau misi utama lagu ada di bagian ini. Chorus memiliki nilai excitement yang lebih tinggi dari Verse.

Nada yang terdapat pada Chorus biasanya sudah merupakan pengembangan lebih lanjut dari Verse, yang mengandung lompatan klimaks. Chorus menggunakan pola nada yang berbeda dan lebih nyaman daripada Verse, kord yang digunakan pun berbeda dengan Verse.

Reff lebih sederhana daripada Chorus, Reff/Reffrain yang bermakna pengulangan biasanya menggunakan bagian lain dari lagu (biasanya Verse) untuk diulang di bagian ini.

Notasi pengulangannya sama dan syairnya pun sama, namun tidak menutup kemungkinan syairnya dimodifikasi, namun notasi atau nadanya tetap menggunakan nada yang sama.

Inilah yang seringkali tertukar, Reff dianggap Chorus dan demikian sebaliknya. Contoh lagu dengan penggunaan reff yang hampir mirip dengan penjelasan diatas adalah Ode to My Family yang dibawakan oleh The Cranberries.

Interlude


Interlude merupakan bagian kosong pada lagu seperti layaknya ‘intro’ tp berada di tengah2 lagu. Interlude ini bagian yang menyambungkan Bait/Verse dengan Verse atau Verse dengan Chorus.

Bedanya dengan Intro Tengah adalah dari nada yang digunakan. Tidak terdapat syair dalam Interlude ini. Contoh perbedaan Intro tengah dan Interlude dapat disimak pada lagu Hysteria dari Muse.

Modulasi


Beberapa sumber ada yang menyebutnya sebagai ‘Overtone’, namun ane tidak akan menggunakan kata itu dan prefer ke Modulasi, yang artinya adalah perpindahan nada dasar dari suatu lagu.

Jika kita pernah menyanyikan Reff/Chorus suatu lagu dan tiba-tiba Reff tersebut menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, maka itulah yang disebut dengan Modulasi. Biasanya Modulasi ini terjadi sesudah Chorus dan diiringi dengan Bridge agar tidak terdengar janggal.

Modulasi diakhir lagu (sedudah Chorus) bisa menciptakan klimaks yang lebih tinggi dari Chorus/Reff. Namun Modulasi juga bisa terjadi bersamaan saat Reff/Chorus.

Ending, Coda dan Outro


Ketiga elemen ini terdapat dalam akhir lagu. Tapi mereka punya fungsi yang berbeda-beda.

Ending adalah bagian penutup dari sebuah lagu. Ending berfungsi agar lagu berakhir lancar, smooth (mulus), dan tidak berhenti secara mendadak.

Ending bisa berupa bagian intro yang diulang, bisa juga berupa bagian akhir lagu yang diulang-ulang dan berakhir fade out (perlahan-lahan suaranya mengecil dan menghilang). Ini sering terdapat di lagu-lagu lawas.

5. Tentukan Chord


Menentukan kunci dasar adalah langkah selanjutnya, kunci dasar dan nada dasar adalah sebagai patokan range(wilayah) nada – nada yang dapat dijangkau.

Kunci dasar ditentukan dari seberapa tinggi nada vocal yang dapat dicapai oleh penyanyi yang menyanyikan lagu kamu. Untuk vocal wanita biasanya memakai kunci dasar G sedangkan laki-laki memakai kunci dasar C.

Usahakan jangan sampai membuat vocal kamu sulit untuk menyanyikan lagu kamu dikarenakan pengambilan nada dasar yang terlalu tinggi, usahakan mencari kunci dasar yang membuat vocal kamu relax dalam menyanyikannya.

6. Finishing


Langkah terakhir dalam pembuatan sebuah lagu adalah dengan mencoba menyanyikannya dari awal hingga akhir agar kombinasi dari struktur lagu, musikalitas lagu, lirik lagu yang kamu buat dapat kamu koreksi dan rasakan.

Cobalah menyanyikan lagumu dengan semangat dan rasakan setiap lirik serta nada musik yang telah kamu buat sendiri.

Semoga Bermanfaat.

TerPopuler